Tes SIP Polri: Kuasai Jarak Waktu Kecepatan, Perbandingan Berbalik Nilai, Persentase dan Diskon
Menghadapi tes SIP Polri tidak cukup hanya dengan banyak mengerjakan soal. Casis juga harus mampu mengenali pola soal, memilih rumus yang tepat, menghitung dengan cepat, dan menghindari jebakan perhitungan.
Inilah yang sering membedakan peserta yang mampu mengerjakan banyak soal dengan peserta yang kehabisan waktu.
Di JalurPejuang.com, latihan soal tes SIP Polri tidak diarahkan sekadar untuk mendapatkan jawaban benar. Tujuan akhirnya adalah membuat peserta benar-benar menguasai materi sampai mampu menyelesaikan soal secara cepat dan tepat.
Pada materi kali ini kita akan membahas tiga kelompok kemampuan hitung yang penting untuk dikuasai:
- Jarak, waktu, dan kecepatan
- Perbandingan dan perbandingan berbalik nilai
- Persentase dan diskon
Masing-masing materi akan dipelajari dengan pola:
Pahami konsep → kenali tipe soal → gunakan cara cepat → latihan → cek pembahasan → ulangi sampai dikuasai.
Target Belajar Tes SIP Polri: Bukan Sekadar Bisa Menghitung
Target latihan bukan hanya mendapatkan nilai tinggi.
Casis harus mencapai kondisi ketika melihat soal, langsung mampu menjawab:
“Ini tipe soal apa, rumus apa yang digunakan, dan adakah cara yang lebih cepat?”
Untuk tiga materi ini, target penguasaan Jalur Pejuang adalah:
Level 1 — Mengenali konsep
Peserta mampu membedakan:
- jarak
- waktu
- kecepatan
- perbandingan senilai
- perbandingan berbalik nilai
- persentase
- kenaikan persentase
- penurunan persentase
- diskon tunggal
- diskon bertingkat
Level 2 — Menggunakan rumus
Peserta mampu menggunakan rumus dasar tanpa ragu.
Level 3 — Menggunakan cara cepat
Peserta mulai meninggalkan perhitungan panjang dan menggunakan:
- penyederhanaan rasio
- pecahan
- perkalian silang
- persentase dasar
- logika hubungan antarbesaran
Level 4 — Kecepatan CAT
Peserta mampu mengerjakan soal dengan waktu terbatas tanpa mengorbankan ketelitian.
Level 5 — Penguasaan
Peserta mampu menghadapi variasi soal baru meskipun bentuk kalimatnya berbeda.
Inilah target belajar di JalurPejuang.com: bukan hafal soal, tetapi menguasai pola.
1. Jarak, Waktu, dan Kecepatan
Materi jarak, waktu, dan kecepatan merupakan salah satu konsep dasar matematika yang wajib dikuasai karena banyak variasi soal dapat dibentuk dari tiga besaran tersebut.
Hubungan dasarnya:
Kecepatan = Jarak ÷ Waktu
Jarak = Kecepatan × Waktu
Waktu = Jarak ÷ Kecepatan
Kunci tercepatnya adalah jangan langsung menghitung sebelum mengetahui apa yang ditanyakan.
Jika yang ditanyakan jarak, gunakan:
J = K × W
Jika yang ditanyakan waktu:
W = J ÷ K
Jika yang ditanyakan kecepatan:
K = J ÷ W
Cara Cepat Menghadapi Soal Jarak-Waktu-Kecepatan
Sebelum menghitung, lakukan tiga langkah:
Langkah 1 — Tandai yang diketahui
Misalnya:
Jarak = 120 km
Waktu = 3 jam
Langkah 2 — Tentukan yang ditanyakan
Kecepatan?
Langkah 3 — Gunakan hubungan paling pendek
120 ÷ 3 = 40 km/jam
Tidak perlu membuat perhitungan panjang.
5 Variasi Soal Jarak, Waktu, dan Kecepatan
Soal 1 — Mencari Kecepatan
Sebuah kendaraan menempuh jarak 180 km dalam waktu 3 jam. Berapakah kecepatan rata-rata kendaraan tersebut?
A. 40 km/jam
B. 50 km/jam
C. 60 km/jam
D. 70 km/jam
E. 80 km/jam
Jawaban: C. 60 km/jam
Pembahasan
Rumus:
Kecepatan = Jarak ÷ Waktu
= 180 ÷ 3
= 60 km/jam
Cara tercepat
Karena angka 180 habis dibagi 3, langsung lakukan pembagian.
Kunci pola: ditanya kecepatan → jarak ÷ waktu.
Soal 2 — Mencari Jarak
Sebuah kendaraan bergerak dengan kecepatan 72 km/jam selama 2,5 jam. Berapa jarak yang ditempuh?
A. 160 km
B. 170 km
C. 180 km
D. 190 km
E. 200 km
Jawaban: C. 180 km
Pembahasan
Jarak:
J = K × W
= 72 × 2,5
= 72 × 5 ÷ 2
= 360 ÷ 2
= 180 km
Cara tercepat
Jangan mengalikan 72 × 2,5 secara panjang.
Ubah:
2,5 = 5/2
Sehingga:
72 × 5/2 = 36 × 5 = 180
Soal 3 — Mencari Waktu
Sebuah kendaraan harus menempuh jarak 240 km dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Berapa waktu yang diperlukan?
A. 2 jam
B. 2,5 jam
C. 3 jam
D. 3,5 jam
E. 4 jam
Jawaban: C. 3 jam
Pembahasan
Waktu = Jarak ÷ Kecepatan
= 240 ÷ 80
= 3 jam
Cara tercepat
Sederhanakan:
240 ÷ 80 = 24 ÷ 8 = 3
Soal 4 — Perubahan Kecepatan
Sebuah kendaraan menempuh jarak tertentu dalam waktu 4 jam dengan kecepatan 60 km/jam. Jika kecepatannya dinaikkan menjadi 80 km/jam untuk jarak yang sama, berapa waktu yang diperlukan?
A. 2 jam
B. 2,5 jam
C. 3 jam
D. 3,5 jam
E. 4 jam
Jawaban: C. 3 jam
Pembahasan
Pertama cari jarak:
60 × 4 = 240 km
Kemudian:
240 ÷ 80 = 3 jam
Cara cepat
Karena jaraknya tetap:
Waktu berbanding terbalik dengan kecepatan.
Kecepatan naik dari 60 menjadi 80 atau:
60 : 80 = 3 : 4
Maka waktu berubah berlawanan:
4 jam × 3/4 = 3 jam
Cara ini lebih cepat daripada mencari jarak terlebih dahulu.
Soal 5 — Konversi Kecepatan
Sebuah kendaraan bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Berapakah kecepatannya dalam meter per detik?
A. 15 m/s
B. 18 m/s
C. 20 m/s
D. 22 m/s
E. 25 m/s
Jawaban: C. 20 m/s
Pembahasan
Untuk mengubah km/jam menjadi m/s:
× 5/18
72 × 5/18
72 ÷ 18 = 4
4 × 5 = 20 m/s
Cara tercepat
Hafalkan:
km/jam → m/s = × 5/18
m/s → km/jam = × 18/5
2. Perbandingan dan Perbandingan Berbalik Nilai
Kesalahan yang sering terjadi dalam soal perbandingan adalah peserta langsung menggunakan rumus tanpa memahami hubungan antarbesaran.
Ada dua konsep utama.
Perbandingan Senilai
Jika satu besaran naik, besaran lain juga naik.
Contoh:
Semakin banyak barang yang dibeli, semakin besar total harga.
Hubungannya:
naik → naik
atau
turun → turun
Perbandingan Berbalik Nilai
Pada perbandingan berbalik nilai, jika satu besaran naik, besaran lainnya turun.
Contoh paling mudah:
Semakin banyak pekerja, semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama.
Hubungannya:
naik → turun
atau
turun → naik
Untuk perbandingan berbalik nilai, prinsip cepatnya:
Besaran 1 × Besaran 2 = tetap
5 Variasi Soal Perbandingan Berbalik Nilai
Soal 1 — Jumlah Pekerja
Sebuah pekerjaan dapat diselesaikan oleh 6 orang dalam 12 hari. Jika pekerjaan yang sama harus diselesaikan oleh 8 orang, berapa hari waktu yang diperlukan?
A. 7 hari
B. 8 hari
C. 9 hari
D. 10 hari
E. 11 hari
Jawaban: C. 9 hari
Pembahasan
Karena jumlah pekerja bertambah, waktu berkurang.
Gunakan:
6 × 12 = 8 × x
72 = 8x
x = 9 hari
Cara tercepat
Tidak perlu membuat tabel panjang.
Langsung:
6 × 12 ÷ 8 = 9
Soal 2 — Kecepatan dan Waktu
Sebuah perjalanan ditempuh dalam 5 jam dengan kecepatan 60 km/jam. Jika kecepatan dinaikkan menjadi 75 km/jam, berapa waktu perjalanan?
A. 3 jam
B. 4 jam
C. 4,5 jam
D. 5 jam
E. 6 jam
Jawaban: B. 4 jam
Pembahasan
Jarak tetap.
60 × 5 = 75 × x
300 = 75x
x = 4 jam
Cara cepat
Perbandingan:
60 : 75 = 4 : 5
Karena kecepatan naik, waktu turun:
5 × 4/5 = 4 jam
Soal 3 — Mesin Produksi
Sebuah mesin dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 10 jam. Jika digunakan 2 mesin identik dengan kemampuan sama secara bersamaan, berapa waktu yang dibutuhkan?
A. 2 jam
B. 4 jam
C. 5 jam
D. 6 jam
E. 8 jam
Jawaban: C. 5 jam
Pembahasan
Jumlah mesin bertambah 2 kali.
Maka waktu menjadi setengah:
10 ÷ 2 = 5 jam
Soal 4 — Persediaan Makanan
Persediaan makanan cukup untuk 20 orang selama 15 hari. Jika jumlah orang menjadi 25 orang, persediaan tersebut akan cukup untuk berapa hari?
A. 10 hari
B. 12 hari
C. 13 hari
D. 15 hari
E. 18 hari
Jawaban: B. 12 hari
Pembahasan
Jumlah orang bertambah, jumlah hari berkurang.
20 × 15 = 25 × x
300 = 25x
x = 12 hari
Cara cepat
20/25 = 4/5
15 × 4/5 = 12 hari
Soal 5 — Kombinasi Pekerja
Sebuah pekerjaan dapat diselesaikan oleh 10 orang dalam 18 hari. Setelah bekerja selama 6 hari, 4 orang tambahan bergabung. Berapa hari lagi pekerjaan tersebut selesai?
A. 8 hari
B. 9 hari
C. 10 hari
D. 11 hari
E. 12 hari
Jawaban: C. 10 hari
Pembahasan
Total beban pekerjaan:
10 × 18 = 180 orang-hari
Pekerjaan yang telah diselesaikan selama 6 hari:
10 × 6 = 60 orang-hari
Sisa:
180 − 60 = 120 orang-hari
Sekarang pekerja:
10 + 4 = 14 orang
Waktu yang diperlukan:
120 ÷ 14 = 8,57 hari
Jadi secara matematis sekitar 8,57 hari.
Catatan penting
Soal seperti ini harus dibaca hati-hati. Jika pilihan jawaban tidak menyediakan sekitar 8,57 hari, peserta tidak boleh memaksakan jawaban.
Inilah salah satu keterampilan penting dalam CAT: jangan hanya menghitung, tetapi validasi hasil dengan pilihan jawaban dan kondisi soal.
3. Persentase dan Diskon
Persentase sering terlihat mudah, tetapi banyak soal dibuat untuk menguji kecepatan dan ketelitian.
Kunci utamanya adalah menguasai pecahan persentase dasar.
Persentase yang wajib dikuasai
50% = 1/2
25% = 1/4
20% = 1/5
10% = 1/10
5% = 1/20
75% = 3/4
Dengan memahami pecahan tersebut, banyak soal persentase dapat dikerjakan tanpa kalkulator.
Cara Cepat Menghitung Persentase
Misalnya:
20% dari 250
Karena 20% = 1/5:
250 ÷ 5 = 50
Tidak perlu menghitung:
250 × 20 ÷ 100
Diskon
Jika harga awal Rp500.000 mendapat diskon 20%, maka:
Diskon:
20% × Rp500.000 = Rp100.000
Harga setelah diskon:
Rp500.000 − Rp100.000
= Rp400.000
Cara yang lebih cepat:
Jika diskon 20%, berarti kita membayar 80%.
80% × Rp500.000 = Rp400.000
5 Variasi Soal Persentase dan Diskon
Soal 1 — Persentase Dasar
Berapakah 15% dari 400?
A. 40
B. 50
C. 60
D. 70
E. 80
Jawaban: C. 60
Pembahasan
10% dari 400 = 40
5% dari 400 = 20
Maka:
15% = 40 + 20 = 60
Cara tercepat
Pecah persentase menjadi:
15% = 10% + 5%
Soal 2 — Diskon Tunggal
Sebuah barang memiliki harga Rp800.000. Barang tersebut mendapat diskon 25%. Berapa harga setelah diskon?
A. Rp500.000
B. Rp550.000
C. Rp600.000
D. Rp650.000
E. Rp700.000
Jawaban: C. Rp600.000
Pembahasan
Diskon 25% berarti harga yang dibayar:
100% − 25% = 75%
75% = 3/4
Rp800.000 × 3/4
= Rp200.000 × 3
= Rp600.000
Cara tercepat
Karena 25% = 1/4:
Rp800.000 − Rp200.000 = Rp600.000
Soal 3 — Kenaikan Persentase
Harga sebuah barang Rp200.000. Harga tersebut naik 15%. Berapa harga setelah kenaikan?
A. Rp215.000
B. Rp225.000
C. Rp230.000
D. Rp235.000
E. Rp240.000
Jawaban: C. Rp230.000
Pembahasan
15% dari Rp200.000:
10% = Rp20.000
5% = Rp10.000
Total = Rp30.000
Harga baru:
Rp200.000 + Rp30.000
= Rp230.000
Cara cepat
Kenaikan 15% berarti harga menjadi:
115% × Rp200.000
= Rp230.000
Soal 4 — Diskon Bertingkat
Sebuah barang seharga Rp1.000.000 mendapat diskon 20%, kemudian mendapat diskon tambahan 10%. Berapa harga akhirnya?
A. Rp700.000
B. Rp710.000
C. Rp720.000
D. Rp730.000
E. Rp750.000
Jawaban: C. Rp720.000
Pembahasan
Diskon pertama 20%:
Rp1.000.000 × 80%
= Rp800.000
Diskon kedua 10%:
Rp800.000 × 90%
= Rp720.000
Jebakan yang harus dihindari
Diskon 20% + 10% bukan berarti langsung 30%.
Karena diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama.
Harga akhir:
1.000.000 × 80% × 90%
= 720.000
Soal 5 — Mencari Harga Awal
Setelah mendapat diskon 20%, harga sebuah barang menjadi Rp640.000. Berapakah harga sebelum diskon?
A. Rp720.000
B. Rp750.000
C. Rp800.000
D. Rp820.000
E. Rp850.000
Jawaban: C. Rp800.000
Pembahasan
Setelah diskon 20%, berarti harga yang dibayar adalah:
100% − 20% = 80%
Maka:
80% × harga awal = Rp640.000
Harga awal:
Rp640.000 ÷ 80%
= Rp640.000 ÷ 0,8
= Rp800.000
Cara tercepat
Karena 80% = 4/5:
Jika 4/5 harga = Rp640.000
Maka:
Rp640.000 × 5/4
= Rp800.000
Jebakan yang Sering Muncul dalam Tes Numerik SIP
Menguasai rumus saja belum cukup.
Peserta harus mengetahui jebakan yang sering membuat jawaban salah.
Jebakan 1 — Salah satuan
Contoh:
72 km/jam tidak sama dengan 72 m/s.
Jika soal menggunakan meter dan detik, lakukan konversi.
Jebakan 2 — Salah membedakan senilai dan berbalik nilai
Jika pekerja bertambah dan waktu berkurang:
berbalik nilai.
Jika jumlah barang bertambah dan harga total bertambah:
senilai.
Jebakan 3 — Menganggap diskon bertingkat dapat langsung dijumlahkan
Diskon 20% kemudian 10% bukan otomatis 30%.
Gunakan:
80% × 90% = 72%
Artinya harga akhir 72% dari harga awal.
Jebakan 4 — Menggunakan cara panjang untuk soal sederhana
Dalam CAT, waktu adalah sumber daya.
Jika bisa menghitung:
25% dari 800 = 200
maka jangan membuat perkalian panjang.
Gunakan pecahan yang sudah dikuasai.
Jebakan 5 — Terlalu cepat tanpa membaca pertanyaan
Cepat bukan berarti terburu-buru.
Peserta tetap harus mengetahui:
yang diketahui → yang ditanyakan → hubungan → jawaban.
Strategi Tercepat Mengerjakan Soal Numerik
Gunakan metode 4T.
T1 — Tandai
Tandai angka dan informasi penting.
T2 — Tentukan
Tentukan apa yang ditanyakan.
T3 — Temukan pola
Tentukan apakah soal merupakan:
- Jarak-waktu-kecepatan
- Perbandingan senilai
- Perbandingan berbalik nilai
- Persentase
- Diskon
T4 — Temukan cara tercepat
Jangan selalu menggunakan cara formal jika tersedia cara mental yang lebih cepat.
Kartu Rumus Cepat Tes SIP Polri
Jarak – Waktu – Kecepatan
J = K × W
K = J ÷ W
W = J ÷ K
Perbandingan Berbalik Nilai
A₁ × B₁ = A₂ × B₂
Persentase
Persentase = bagian ÷ total × 100%
Harga setelah diskon
Harga akhir = harga awal × (100% − diskon)
Kenaikan
Harga baru = harga awal × (100% + kenaikan)
Penurunan
Harga baru = harga awal × (100% − penurunan)
Roadmap Penguasaan Materi di JalurPejuang.com
Belajar di Jalur Pejuang tidak berhenti setelah membaca pembahasan.
Target akhirnya adalah:
Tahap 1 — Pahami
Pelajari konsep dan rumus dasar.
Tahap 2 — Kenali
Kerjakan soal mudah untuk mengenali pola.
Tahap 3 — Latih
Kerjakan variasi soal dengan tingkat kesulitan berbeda.
Tahap 4 — Percepat
Ulangi soal dengan batas waktu.
Tahap 5 — Evaluasi
Cari tahu jenis soal yang paling sering salah.
Tahap 6 — Perbaiki
Kembali ke materi yang menjadi kelemahan.
Tahap 7 — Simulasi
Kerjakan soal campuran seperti kondisi CAT.
Tahap 8 — Kuasai
Target akhirnya bukan sekadar:
“Saya pernah mengerjakan soal ini.”
Tetapi:
“Saya memahami pola soal ini dan mampu menyelesaikannya dengan cepat.”
Checklist Penguasaan 100%
Sebelum berpindah ke materi berikutnya, pastikan Anda mampu menjawab YA untuk semua pertanyaan berikut:
- [ ] Saya bisa mencari jarak.
- [ ] Saya bisa mencari waktu.
- [ ] Saya bisa mencari kecepatan.
- [ ] Saya bisa mengubah km/jam menjadi m/s.
- [ ] Saya bisa mengubah m/s menjadi km/jam.
- [ ] Saya bisa mengenali perbandingan senilai.
- [ ] Saya bisa mengenali perbandingan berbalik nilai.
- [ ] Saya bisa menyelesaikan soal jumlah pekerja.
- [ ] Saya bisa menyelesaikan soal kecepatan dan waktu.
- [ ] Saya menguasai persentase dasar.
- [ ] Saya hafal persentase penting seperti 10%, 20%, 25%, 50% dan 75%.
- [ ] Saya bisa menghitung kenaikan persentase.
- [ ] Saya bisa menghitung penurunan persentase.
- [ ] Saya bisa menghitung diskon tunggal.
- [ ] Saya bisa menghitung diskon bertingkat.
- [ ] Saya bisa mencari harga awal dari harga setelah diskon.
- [ ] Saya mampu mengerjakan soal tanpa kalkulator.
- [ ] Saya mampu memilih cara hitung tercepat.
- [ ] Saya mampu menghindari jebakan soal.
- [ ] Saya mampu mengerjakan soal campuran dengan batas waktu.
Jika masih ada jawaban “belum”, jangan langsung berpindah materi.
Ulangi bagian tersebut sampai benar-benar dikuasai.
Latihan Tes SIP Polri di JalurPejuang.com
Persiapan tes SIP Polri membutuhkan latihan yang terarah.
Jangan hanya mengejar jumlah soal.
Yang lebih penting adalah mengetahui:
soal apa yang salah → mengapa salah → konsep apa yang belum dikuasai → bagaimana cara menyelesaikannya lebih cepat → kemudian mengulanginya.
Itulah pendekatan belajar yang digunakan JalurPejuang.com.
Belajar step by step.
Pahami materinya.
Kenali polanya.
Latih kecepatannya.
Evaluasi kesalahannya.
Ulangi sampai menguasai.
Karena target persiapan bukan sekadar mengerjakan banyak soal.
Target akhirnya: MATERI TERKUASAI.
Untuk peserta yang sedang mempersiapkan tes SIP Polri, terus ikuti materi dan latihan di JalurPejuang.com agar setiap kisi-kisi dapat dipelajari secara bertahap hingga benar-benar dikuasai.
JalurPejuang.com — latihan bukan sekadar banyak, tetapi terarah sampai menguasai.
FAQ Tes SIP Polri
Apa saja materi numerik yang perlu dipelajari untuk persiapan tes SIP Polri?
Peserta dapat melatih berbagai kemampuan numerik, termasuk operasi hitung, perbandingan, persentase, serta soal cerita seperti jarak, waktu dan kecepatan. Materi latihan perlu disesuaikan kembali dengan ketentuan seleksi dan kisi-kisi resmi pada tahun berjalan.
Bagaimana cara cepat mengerjakan soal jarak, waktu dan kecepatan?
Kenali terlebih dahulu apa yang ditanyakan. Gunakan hubungan dasar antara jarak, waktu dan kecepatan, kemudian manfaatkan penyederhanaan angka agar perhitungan lebih cepat.
Apa perbedaan perbandingan senilai dan berbalik nilai?
Pada perbandingan senilai, kedua besaran bergerak searah. Pada perbandingan berbalik nilai, ketika satu besaran naik, besaran lainnya turun.
**Apakah diskon 20% dan 10% sama dengan diskon 30%?
Tidak. Jika diskon diberikan secara bertingkat, diskon kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama. Karena itu, diskon 20% kemudian 10% menghasilkan harga akhir sebesar 72% dari harga awal.
**Bagaimana agar cepat mengerjakan soal CAT?
Latihan harus dilakukan secara bertahap. Mulai dari memahami konsep, mengenali pola, mengerjakan soal, mengevaluasi kesalahan, kemudian meningkatkan kecepatan dengan latihan berbatas waktu.
**Apakah cukup menghafal rumus?
Tidak. Menghafal rumus membantu, tetapi peserta harus memahami kapan rumus tersebut digunakan. Kemampuan mengenali pola soal sangat penting agar tidak membuang waktu ketika mengerjakan CAT.
Mulai dari satu materi, kuasai satu pola, lalu naik ke tingkat berikutnya.
Target Jalur Pejuang bukan membuat Anda sekadar pernah melihat soal. Targetnya adalah membuat Anda siap ketika soal muncul di layar CAT.

